Rabu, 03 April 2013

6 Rahasia Memaafkan

Ada 6 rahasia MEMAAFKAN:
 
MEMAAFKAN 1: MITOS-MITOS MEMAAFKAN
a. MEMAAFKAN adalah untuk kepentingan orang yang menyakiti kita. Sebenarnya MEMAAFKAN tidak berkaitan dengan orang lain, tapi saat MEMAAFKAN membantu diri kita sendiri, membebaskan dari rasa sakit hati.
b. MEMAAFKAN berarti melupakan. Ini mitos yang salah karena MEMAAFKAN sangat diperlukan untuk kesehatan, sedangkan melupakan dapat menjerumuskan untuk mengulang perbuatan tersebut.
c. MEMAAFKAN baru bisa dilakukan setelah orang tersebut minta MAAF. Menunggu seseorang meminta MAAF kepada anda adalah hal sia-sia.
d. MEMAAFKAN baru bisa dilakukan setelah kita membalas. Hal ini dapat menciptakan permusuhan yang tidak berkesudahan.
e. Dengan MEMAAFKAN orang tersebut akan terbebas dari dosa/hukuman. MEMAAFKAN berarti kita melepaskan diri dari kejahatan orang yang bersangkutan.Tidak melepaskan berarti membiarkan orang itu terus menerus mempengaruhi anda.
f. MEMAAFKAN menunjukkan kebodohan dan kelemahan kita.
g. Menahan pemberian MAAF akan memberi kita kekuasaan terhadap orang yang melukai kita.
h. MEMAAFKAN seseorang akan membuat orang itu menyangka bahwa kita setuju pada apa yang mereka lakukan. MEMAAFKAN adalah memahami bukan menyetujui.
 
MEMAAFKAN 2: MELEPAS MASA LALU
MEMAAFKAN beraRti tidak memberi tempat bagi masa lalu yang merusak kesempatan kita untuk kebahagiaan di masa sekarang.
 
MEMAAFKAN 3: MEMAAFKAN = MEMAHAMI
Memahami dapat dilakukan dengan 2 cara:
a. Memahami ketidak-sempurnaan manusia.
b. Memahami menempatkan diri kita pada posisi orang tersebut.
 
MEMAAFKAN 4: FOKUS PADA KEBAIKAN ORANG LAIN
MEMAAFKAN berarti mengganti pikiran negatif pada orang lain menjadi pikiran positif.
 
MEMAAFKAN 5: MENYADARI BAHWA ORANG INILAH SESUNGGUHNYA GURU SEJATI KITA
Kelebihan orang orang yang menyebalkan adalah kemampuan mereka memberikan sebuah "experential learning" bagi kita, karena rasa sakitlah kita akan belajar banyak mengenai kehidupan.
 
MEMAAFKAN 6: MEMAAFKAN BUKANLAH MELUPAKAN
MEMAAFKAN berarti melepaskan beban tawanan dan menyadari bahwa tawanan itu adalah diri kita sendiri.
Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu MEMAAFKAN dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS At Taghaabun 64:14).
#Sumber: http://artikeltiwi.blogspot.com/2011/06/ada-6-rahasia-memaafkan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar