Sabtu, 09 Maret 2013

Ketika Aku merasa Berdusta

Seorang pemuda belia, demikian terkutip dari Ibn Al 'Arabi dalam Futuhat Al Makiyah, menemui gurunya dalam keadaan pucat pasi pada suatu pagi. "Wahai Guru", ujarnya, "Semalam aku menghatamkan Al-Qur'an dalam sholat malamku".

Sang Guru tersenyum. "Bagus Nak", ujarnya. "Dan nanti malam tolong hadirkan bayangan diriku dihadapanmu saat kau baca Al-Qur'an itu. rasakan seolah-olah aku sedang menyimak apa yang engkau baca.

Esok harinya, sang murid datang dan melapor pada gurunya. "Ya Ustadz", katanya, "Semalam aku hanya sanggup menyelesaikan separuh dari Al-Qur'an itu".

"Engkau sungguh telah berbuat baik," sang guru menepuk pundaknya. "Nanti malam lakukan lagi dan kali ini hadirkan wajah para shohabat Nabi yang telah mendengar Al-Qur'an itu langsung dari Rasulullah. Bayangkanlah baik-baik bahwa mereka sedang mendengarkan dan memeriksa bacaanmu."

Pagi-pagi sang murid sudah menghadap dan mengadu, "Duh Guru," keluhnya. "Semalam bahkan hanya sepertiga Al-Qur'an yang aku lafalkan."

"Alhamdlulillah, engkau telah berbuat baik," kata sang guru mengelus kepala si pemuda. "Nanti malam bacalah Al-Qur'an dengan lebih baik lagi, sebab yang akan hadir dihadapanmu adalah Rasululah Saw sendiri. Orang yang kepadanya Al-Qur'an diturunkan.

Seusai sholat shubuh sang guru bertanya, "Bagaimana sholatmu semalam?"
"Aku hanya mampu membaca satu juz guru," kata si pemuda sambil mendesah, "itu pun dengan susah payah".

"Masyaallah," kata sang guru dengan memeluk sang murid dengan bangga, "Teruskan kebaikan itu, Nak. Dan nanti malam tolong hadirkan Allah 'Azza wajalla di hadapanmu. Sungguh selama ini pun sebenarnya Allahlah yang mendengarkan bacaanmu. Allah telah menurunkan Al-Qur'an. Dia selalu hadir didekatmu. Jikapun engkau tidak melihatNya, Dia pasti melihatmu. Hadirkan Allah, karena Dia mendengar dan menjawab apa yang Kau baca."

Keesokan harinya, ternyata pemuda itu jatuh sakit. Sang guru pun datang menjenguknya. "Ada apa denganmu?" tanya sang Guru.Sang Pemuda berlinang air mata. "Demi Allah, wahai Guru'" ujarnya. "Semalam aku tak mampu menyelesaikan bacaanku. Hatta, cuma Al-Fatihah pun tak sanggup aku menamatkannya. ketika sampai pada ayat, "Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in" lidahku kelu. Aku merasa aku sedang berdusta. Dimulut aku mengucapkan "Kepada-Mu ya Allah, aku menyembah'" tapi jauh dalam hatiku aku tau bahwa aku sering memperhatikan yang selain Dia. Ayat itu tak mau keluar dari lisanku. Aku menangis dan tetap saja tak mampu menyelesaikannya."

"Nak,,,,," kata sang Guru sambil berlinang air mata, "Mulai hari ini engkaulah guruku. Dan sungguh aku ini muridmu. Ajarkan padaku apa yang telah engkau peroleh. sebab meski aku membimbingku di jalan itu, aku sendiri belum pernah sampai pada puncak pemahaman yang kau dapat hari ini..."
*Subhanallah...........*Dalam Dekapan Ukhuwah....!!!#Serpihan Iman...!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar